Transformasi Sundoro Indonesia

Transformasi Sundoro Indonesia yang tadinya dilakukan agar bisa survive dimasa pandemi covid 19, tetapi justru menjadi titik awal kebangkitan dan menjadikan bisnis semakin bertumbuh pesat.

Sundoro Indonesia sejak awal sudah memiliki produk Bakmi Jogja Sundoro dengan 2 varian yaitu; bakmi goreng jogja, dan bakmi godhog (rebus) Jogja. Awalnya, Sundoro Indonesia memulai perjalanan bisnis dengan membuka warung bakmi. Diawali dengan warung di kawasan pertokoan Jatisari BSB, Ngaliyan, Semarang dan juga beberapa daerah di Yogyakarta.

bakmi godhog jogja dalam transformasi bisnis sundoro indonesia

bakmi goreng jogja dalam transformasi bisnis sundoro indonesia

Dengan cepat, warung bakmi Jogja Sundoro menjadi salah satu warung yang memiliki banyak pembeli, karena memang rasanya enak dan khas.

Pandemi Covid 19 Menjadi Titik Awal Transformasi Bisnis Sundoro Indonesia

Kendala bisnis yang sangat besar dirasakan ketika pandemi Covid 19 melanda Indonesia. Dan sejak adanya pandemi Covid 19, semua warung bakmi harus tutup dan dilarang beroperasi karena bisa menimbulkan kerumunan.

Namun, hal tersebut justru menjadi titik awal transformasi Sundoro Indonesia menjadi lebih baik. Akhirnya, untuk mempertahankan bisnis tetap berjalan dengan baik di tengah pandemi, bentuk usaha dari Sundoro Indonesia berubah, dari yang tadinya rumah makan, menjadi pabrik mie dalam kemasan.

Ruko dua lantai yang berada di kawasan pertokoan Jatisari BSB, Ngaliyan, Semarang dirubah menjadi pabrik mie dalam kemasan. Lantai bawah untuk produksi, sedangkan lantai atas untuk penjualan.

Saat ini Sundoro Indonesia telah memiliki mitra bisnis sebanyak 480 supermarket dan toko yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan produk Bakmi Jogja Sundoro sudah bisa didapatkan di Singapura, Hongkong, Australia, Malaysia, hingga Swiss.

Mengawali Transformasi Bisnis Offline ke Online dengan Pendampingan

Tentu saja proses transformasi bisnis yang dilakukan Sundoro Indonesia tidak semudah yang dibayangkan. Ketika mau merubah metode penjualan dari offline ke online tentunya banyak hal yang kami tidak tahu, karena jualan secara online merupakan hal yang baru bagi kami.

Untungnya saat itu Mas Samsul (Brand Relation Officer Blibli) bertemu dengan manajer marketing Bakmi Sundoro, R. Ngt Bintari Saptanti, menawarkan pendampingan bisnis untuk Sundoro Indonesia, dari bisnis Offline menjadi Online.

Awalnya sama sekali tidak pernah membayangkan tentang jualan online. Jangankan bikin akun, buka email saja perempuan beranak lima ini nggak bisa. “Saya ini gaptek, wong buka email aja pasti minta tolong sama anak saya. Apalagi jualan online, gak kebayang sama sekali” ungkap pemilik Bakmi Sundoro yang sekaligus Manajer Marketing.

“Di tahun 2019 , awalnya kami jualan bakmi Jogja secara offline (rumah makan). Tetapi pas masa-masa lockdown saat pandemi, kami tidak boleh jualan. Sampai akhirnya pihak Blibli menghubungi kami dan menawarkan pendampingan untuk penjualan online” kata Bintari Saptanti, 24 Agustus 2022.

Bintari menambahkan bahwa pendampingan yang dilakukan menyeluruh dan tidak hanya untuk berjualan online saja. Blibli juga melakukan pendampingan dalam hal pengembangan kualitas produk dan juga kemasan yang dijual.

Awalnya produk yang dijual berupa makan beku (frozen food), namun ternyata banyak kendala yang dihadapi, seperti kebutuhan freezer dan kendala waktu pada saat pengiriman, sehingga ditakutnya produknya nanti sudah basi ketika sampai pada konsumen. Akhirnya Blibli usul agar produk dirubah menjadi bakmi kering saja, sehingga lebih mudah dikirim kemana-mana dan tidak takut basi.

Untuk menyanggupi usulan tersebut, kami terkendala harga mesin pengering yang sangat mahal, akhirnya setelah diskusi dengan suami, akhirnya kami bisa membeli mesin food dehydrator, untuk mengeringkan mie tanpa digoreng tetapi dengan cara di oven.

Ternyata metode pengeringan ini sangat baik, selain mie bisa kering, proses pengeringan dengan food dehydrator tidak menambah kandungan minyak pada mie, sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi. Dan saat ini Bakmi Sundoro sudah  tersertifikasi oleh Badan POM, SNI dan juga mendapakat sertifikasi halal dari MUI. Selain itu, bakmi Sundoro dinyatakan sehat dan aman dikonsumsi bagi penderita diabetes karena memiliki kandungan yang rendah.

Selain produk, pihak Blibli juga mengusulkan untuk merubah desain kemasan yang tidak hanya bisa untuk kebutuhan pasar domestik tetapi juga internasional. Tidak hanya sekali, desain kemasan Bakmi Sundoro sampai harus diganti sampai dengan empat kali. Dan ternyata dengan perubahan yang dilakukan pada desain kemasan, mampu memberikan efek yang luar bisa dalam hal penjualan Bakmi Sundoro.

“Saat ini, angka penjualan Kami yaitu 800 karton isi 32 buah atau rata-rata 25ribu pcs bakmi sundoro perbulan. Sedangkan untuk kapasitas produksi kami, sampai saat ini mencapai 1.400 karton perbulan,” imbuh Bintari Saptanti.

Walaupun saat ini sudah mengalami perkembangan yang cukup baik, pihak Blibli masih memberikan pendampingan, tertama ketika ada event-event, Bakmi Sundoro selalu di ajak untuk ikut serta dalam event tersebut. Salah salah satu eventnya yaitu PRJ (Pekan Raya Jakarta) yang ternyata menghasilkan respon pasar yang sangat bagus.

Sundoro Indonesia Selalu Membuka Kesempatan untuk Bermitra

Dalam mengembangkan pasar dan jaringan bisnis, Sundoro Indonesia membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin menjadi mitra dimanapun. Setiap mitra bisa mendapatkan keuntungan minimal 25% dari penjualan produk Sundoro Indonesia. Untuk lebih jelasnya mengenai program kerjasama ini, silahkan klik disini

Demikian informasi mengenai transformasi Sundoro Indonesia. Setiap perubahan pasti ada konsekuensi yang harus dihadapi, dan selalu siap berubah dan beradaptasi untuk jalan kedepan yang lebih baik.

Sumber berita:

  1. Jejak Digital yang Mengguncang Nasib Para Pejuang Lokal
  2. Hadapi Pandemi, Bakmi Sundoro Ubah Strategi Bersama Blibli
  3. Bintari Tak Menyangka, Digitalisasi Ubah Warung Bakminya Jadi Pabrik Mi Instan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja