5 Resiko Mengonsumsi Mie Instan Setiap Hari

Resiko mengonsumsi mie instan setiap hari ternyata bisa sangat fatal akibatnya untuk kesehatan. Ya memang benar bahwa mie instan merupakan makanan instan yang sangat populer di Indonesia. Mie instan sangat mudah dan cepat disajikan, serta memiliki harga yang terjangkau.

resiko mengonsumsi mie instan setiap hari

Dan tentunya boleh-boleh saja untuk mengonsumsi mie instan, karena memang mie instan juga bisa memberikan manfaat untuk tubuh. Beberapa manfaat mie instan untuk tubuh diantaranya sebagai berikut:

  • mengandung karbohidrat dan kalori yang cukup tinggi, sehingga mampu memberikan energi untuk tubuh dan bisa dipakai untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
  • Mie instan mengandung sejumlah mikronutrien yang dibutuhkan untuk tubuh, seperti vitamin dan mineral dan diperkaya dengan nutrisi tambahan, seperti vitamin B1, B2, B3, dan B9, serta zat besi dan mangan.

Akan tetapi, mengonsumsi mie instan setiap hari secara rutin dapat meningkatkan resiko terkena berbagai penyakit. Oleh karena mie instan memiliki beberapa resiko kesehatan, maka mengonsumsinya wajib diperhatikan.

Resiko Mengonsumsi Mie Instan

Berikut beberapa resiko mengonsumsi mie instan setiap hari terhadap kesehatan tubuh kita:

1. Kandungan MSG yang tinggi dapat menyebabkan sakit kepala, mual, dan muntah.

Resiko mengonsumsi mie instan setiap hari datang dari kandungan MSG pada mie instan tersebut. Mie instan memang mengandung MSG (monosodium glutamat) dalam jumlah yang cukup tinggi, yang digunakan untuk memberikan rasa gurih pada mie tersebut. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, MSG dapat menyebabkan efek samping yang tidak menyenangkan seperti sakit kepala, mual, dan muntah.

kandungan msg tinggi salah satu potensi resiko mengonsumsi mie instan setiap hari

MSG dapat menyebabkan sakit kepala dan gejala lainnya pada beberapa orang karena kemampuannya untuk merangsang neuron di otak. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya peradangan dan reaksi inflamasi pada otak yang menyebabkan sakit kepala. Beberapa orang juga mungkin lebih sensitif terhadap MSG daripada yang lain, sehingga mereka lebih rentan terhadap efek samping yang ditimbulkannya.

Selain itu, MSG juga dapat menyebabkan mual dan muntah karena kemampuannya untuk merangsang sistem saraf. Peningkatan aktivitas saraf ini dapat memicu mual dan muntah, terutama pada orang yang lebih sensitif terhadap MSG.

2. Kandungan sodium yang tinggi dapat meningkatkan tekanan darah dan resiko penyakit jantung.

Resiko mengonsumsi mie instan setiap hari yang kedua datang dari kandungan sodiumnya. Mie instan memiliki kandungan sodium atau natrium atau garam yang cukup tinggi, satu porsi mie instan mengandung mencapai 680 mg – 861 mg sodium per bungkus, bahkan ada yang mencapai 1030 mg per bungkus. Kandungan sodium yang tinggi dalam mie instan dapat meningkatkan tekanan darah dan resiko penyakit jantung. jika dimakan bersama bumbunya, kandungan garam pada mie instan bisa meningkat drastis hingga mencapai 1.722 mg natrium.

Standar kebutuhan sodium orang dewasa berkisar antara 1500-2300 mg. Garam dapur mengandung 40% sodium sehingga 1,5-2,3 gr sodium sebenarnya sudah tercukupi oleh 1 sendok teh garam. Namun, kenyataannya hampir semua orang mengonsumsi natrium lebih dari jumlah tersebut. Bahkan, terkadang asupan natrium bisa mencapai 3000-3500 mg/hari atau bahkan mencapai 5000 mg/hari.

Sodium atau natrium memiliki beberapa manfaat bagi tubuh, antara lain memenuhi kebutuhan natrium dalam tubuh, menyeimbangkan kadar cairan dan elektrolit dalam tubuh, menjaga tekanan darah tetap stabil, menjaga kesehatan ginjal dan jantung, mencegah keracunan ginjal akibat obat amfoterisin B atau agen kontras yang digunakan untuk mencitrakan bagian tubuh, mengurangi pembengkakan dan tekanan otak dalam tengkorak, dan mengatasi komplikasi infeksi seperti sepsis.

Jika mengonsumsi mie instan secara berlebihan maka tubuh akan menerima asupan natrium yang berlebih. Kelebihan natrium dapat meningkatkan resiko terkena berbagai penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan stroke.

Ketika kadar natrium di dalam pembuluh darah kita meningkat, ginjal akan berusaha membuang kelebihannya melalui urine. Namun, jika jumlah natrium terlalu banyak, ginjal tidak akan mampu mengeluarkan sepenuhnya. Hal ini dapat menyebabkan penumpukan natrium dalam darah yang berdampak pada penahanan cairan di dalam aliran darah sehingga volume darah meningkat.

Akibatnya, kondisi ini dapat meningkatkan tekanan darah dan berpotensi menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti edema, stroke, dan bahkan gagal jantung.

3. Kandungan lemak jenuh yang tinggi dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke.

Resiko mengonsumsi mie instan setiap hari selanjutnya datang dari kandungan lemak jenuhnya. Setiap bungkus mie instan dapat mengandung hingga 14 gram lemak jenuh. Kandungan lemak jenuh yang tinggi dalam mie instan dapat meningkatkan resiko penyakit jantung dan stroke. Lemak jenuh dalam tubuh dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah sehingga bisa memicu berbagai penyakit degeneratif.

The American Heart Association merekomendasikan konsumsi lemak jenuh hanya sebanyak 13 gram lemak jenuh per hari atau sekitar 5-6% dari kalori harian Anda. Namun, kebutuhan lemak jenuh dapat bervariasi tergantung pada usia, jenis kelamin, dan aktivitas fisik.

Lemak jenuh memiliki beberapa manfaat bagi tubuh, seperti membantu tubuh bertahan dari suhu udara yang rendah, membantu daya tahan tubuh, dan melindungi organ tubuh. Namun, jika terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi, akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan tubuh.

Kelebihan lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam darah karena lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) atau kolesterol jahat dalam darah. Kolesterol LDL dapat menempel pada dinding arteri dan membentuk plak yang dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke.

4. Kandungan kalori yang tinggi dapat menyebabkan kegemukan atau obesitas.

Mie instan mengandung tinggi kalori, yang berasal dari bahan-bahan seperti tepung terigu, minyak, dan garam. Biasanya, satu bungkus mie instan mengandung sekitar 300-400 kalori, yang hampir setengah dari kebutuhan kalori harian seseorang. Jika dikonsumsi secara berlebihan, maka asupan kalori yang berlebihan ini dapat menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan kegemukan atau obesitas.

obesitas salah satu resiko mengonsumsi mie instan setiap hari
obesitas salah satu resiko mengonsumsi mie instan setiap hari

5. Kandungan bahan pengawet dan bahan pewarna dapat menyebabkan alergi dan reaksi negatif lainnya.

Resiko mengonsumi mie instan setiap hari yang terakhir dan bisa jadi resiko yang paling besar datang dari bahan pengawet dan pewarna yang digunakan. Mie instan mengandung bahan pengawet dan bahan pewarna yang dapat menyebabkan alergi dan reaksi negatif lainnya. Selain itu, mengonsumsi mie instan yang terlalu sering atau rutin dapat menyebabkan kerusakan hati. Mie instan mengandung zat berbahaya salah satunya Proplene Glycol yang jelas merusakan dan menganggu kerja hati.

Senyawa kimia propelene glycol, serta pengawet dan pewarna yang terkandung dalam mie instan dapat menyebabkan sembelit. Kandungan lilin yang ada pada mie instan juga akan merusak sistem kerja pencernaan dalam tubuh, karena setelah kamu memakannya baru bisa dicerna oleh tubuh dalam waktu minimal 2 hari.

Memasak Mie Instan agar Lebih Sehat dengan Bahan Alami

Dengan berbagai resiko kesehatan dari mengonsumsi mie instan, sebenarnya masih ada cara bagaiana memasak mie instan agar lebih sehat dengan bahan-bahan alami. Dan hal ini sangat penting karena mie instan merupakan salah satu makanan favorit di Indonesia, sehingga bisa dipastikan sebagian besar masyarakat mengonsumsinya. Oleh karena itu, dibutuhkan cara agar resiko mengonsumsi mie instan setiap hari bisa dikurangi.

Ada beberapa cara untuk memasak mie instan lebih sehat dengan bahan alami, yaitu mulai dari pemilihan mie instan, mengurangi atau mengganti bumbu, menambahkan protein, menambahkan sayuran dan yang terakhir yang paling praktis adalah menggunakan mie yang pasti sehat.

Demikian informasi mengenai resiko mengonsumsi mie instan setiap hari, semoga bermanfaat!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja